Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Jumat, 6 November 2020

BNNK Pasuruan Gelar Asistensi Ketahanan Keluarga Berbasis  Sumberdaya  Pembangunan Desa di Desa Ranggeh

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan asistensi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Pasuruan.Kegiatan ini dihadiri oleh BPD, PKK, BUMDES, Karangtaruna, Sekdes, Tokoh masyarakat dan Tokoh Agama. Giat ini dilaksanakan guna menindaklanjuti dari pertemuan pertama dan kedua tentang pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 di Desa Ranggeh yang akan digalakkan untuk menjadi Desa Bersinar.Diharapkan agar seluruh elemen masyarakat Desa Ranggeh dapat berupaya untuk melaksanakan P4GN dan melakukan kegiatan siap tanggap akan ketahanan keluarga terhadap penyalahgunaan narkoba serta juga memberikan suatu himbauan tentang penyalahguna narkoba dengan memasang banner di warung - warung atau toko buah.Jangan Lupa Follow Akun Sosial Media BNN Kabupaten Pasuruan : IG : @infobnn_kab_pasuruan FB : BNN Kabupaten Pasuruan Website : pasuruankab.bnn.go.id Youtube : BNN Kabupaten Pasuruan#BNNKPasuruan #BNN #Hidup100persen #MilenialSehatLawanNarkoba #NarkobaMusuhKitaBersama #StopNarkoba #BersinarHIDUP 100 PERSEN SEHAT, SADAR, PRODUKTIF DAN BAHAGIA TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Rabu, 4 November 2020

Press Release Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika Golongan I

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan, mendapatkan laporan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran narkotika, bahwa semenjak 2 (dua) bulan terakhir ini terdapat tindak pidana peredaran narkotika yang melintas di wilayah Kabupaten Pasuruan, yang kemudian dilakukan pendalaman mengenai informasi tersebut.Pada hari Senin, tanggal 26 Oktober Tahun 2020, setelah info yang didapat dan dilakukan pendalaman diyakini bahwa ada kendaraan atau mobil yang akan melintas di jalan tol yang melintasi wilayah Kabupaten Pasuruan, tepatnya di Pintu Tol Kejapanan, Gempol, Kabupaten Pasuruan, sekiranya pukul 18.30 WIB, petugas dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan dibantu oleh Petugas Pemberantasan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur, melakukan penangkapan dan diketemukan Narkotika jenis 1 golongan sabu, yang kemudian dilakukan penimbangan dan diketahui seberat 77,16 (tujuh puluh tujuh koma enam belas gram) bruto, yang diketemukan disimpan di pintu belakang sebelah kiri di Mobil Honda Jazz berwarna Biru dengan nomor polisi N 1464 HN, yang dikemudikan oleh tersangka berinisial AG dan seorang disampingnya berinisial DF.Setelah dilakukan pemeriksaan kepada kedua orang tersebut, bahwa narkotika jenis sabu seberat 77,16 (tujuh puluh tujuh koma enam belas gram) bruto tersebut, diambil atas pesanan tersangka DF, dari Sampang, Madura.Atas kejadian tersebut kedua Tersangka beserta barang buktinya diamankan oleh petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan dibantu dengan petugas pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur di Kantor BNNK Pasuruan.Jangan Lupa Follow Akun Sosial Media BNN Kabupaten Pasuruan : IG : @infobnn_kab_pasuruan FB : BNN Kabupaten Pasuruan Website : pasuruankab.bnn.go.id Youtube : BNN Kabupaten Pasuruan#BNNKPasuruan #BNN #Hidup100persen #MilenialSehatLawanNarkoba #NarkobaMusuhKitaBersama #StopNarkoba #BersinarHIDUP 100 PERSEN SEHAT, SADAR, PRODUKTIF DAN BAHAGIA TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Rabu, 4 November 2020

Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – Kemarin selama dua hari kami melaksanakan kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba yang bertempat di Rumah makan sumber rejeki warungdowo kabupaten pasuruan yang dihadiri 30 Peserta masyarakat pasuruan yang telah ditunjuk oleh organisasi masing-masing yang memiliki kepedulian lebih untuk menjadi relawan anti narkoba. Selama beberapa hari para narasumber memberikan berbagai macam materi diantaranya materi tentang pengetahuan dasar adiksi, konseling dan rehabilitasi, Strategi pencegahan di lingkungan Masyarakat dalam upaya P4GN Serta Teknik Presentasi dan Komunikasi Efektif.Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan bimbingan dan memberdayakan masyarakat khusunya Kabupaten Pasuruan sebagai relawan anti narkoba dalam rangka menciptakan lingkungan bersih penyalahgunaan Narkoba.Diharapkan peserta dapat mengoptimalkan perannya sebagai Relawan anti narkoba di Kabupaten Pasuruan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba yang meliputi aspek pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN).Jangan Lupa Follow Akun Sosial Media BNN Kabupaten Pasuruan : IG : @infobnn_kab_pasuruan FB : BNN Kabupaten Pasuruan Website : pasuruankab.bnn.go.id Youtube : BNN Kabupaten Pasuruan#BNNKPasuruan #BNN #Hidup100persen #MilenialSehatLawanNarkoba #NarkobaMusuhKitaBersama #StopNarkoba #BersinarHIDUP 100 PERSEN SEHAT, SADAR, PRODUKTIF DAN BAHAGIA TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Selasa, 27 Oktober 2020

BNNK Pasuruan Adakan Bimtek Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Instansi Pemerintah

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – Sebagai Upaya mensukseskan program P4GN di wilayah kabupaten pasuruan BNNK Pasuruan mengadakan Bimtek dilingkungan instansi pemerintah. Peserta kegiatan ini merupakan  20 orang perwakilan yang terpilih dari instansi pemerintahan yang berada diwilayah kabupaten pasuruan.Bimtek ini merupakan langkah kongkrit dalam upaya pencegahan peredaran penyalahgunaan  narkoba di dalam masing – masing instansi guna mewujudkan kabupaten pasuruan bebas dari narkoba. Kegiatan bimtek ini berlangsung selama 2 (dua) hari dari tanggal  26 sampai 27 oktober 2020. Kegiatan diawali dengan pembuka dan sambutan dari kepala badan narkotika nasional kabupaten pasuruan dan diisi oleh berbagai materi antara lain :

  1. Materi “ pengenalan narkotika dan strategi pencegahan dalam upaya P4GN” yang diisi oleh “ Kasi  P2M BNNP JATIM (Drs. Moch satriyono)” Memberikan pemahaman kepada peserta terhadap pengertian dari narkoba, jenis, golongan narkotika, efek penyalahgunaan narkoba, dampak fisik/psiklis penyalahguna dan  upaya serta program dalam P4GN.
  2. Materi “pengertian dasar adiksi, konseling dan rehabilitasi”yang diisi oleh “ Kabid Rehabilitasi BNNP JATIM (dr. Poerwanto setijawargo).”Memberikan pemahaan kepada peserta terhadap dasar adiksi, pengertian rehabilitasi, alur rehabilitasi, dan prinsip rehabilitasi.
  3. Materi “ pengembangan karakter individu sebagai penggiat anti narkoba” yang diisi oleh “ Direktur PITC ( Afif Hidayatullah, S.E., S.Pd., M.Ak., Cht C.NNLP C.STMI)” Memberikan motivasi kepada seluru instansi pemerintahan karena pada dasarnya dalam menjalankan program P4GN di butuhkan sikap mental dan konsisten yang kuat.
  4. Materi “public speaking” yang diisi oleh “ penyiar radio dan reporter  ( Ronny Agus Darmawan)” Memberikan bekal kepada peserta terhadap pengertian public speaking, trik tampil di depan umum serta teknik public speaking dengan tujuan dapat menyampaikan pesan-pesan anti penyalahgunaan narkoba.
  5.  Materi “ pengenalan narkotika dan strategi pencegahan dalam upaya P4GN” yang diisi oleh “Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSJ. Dr. Radjiman weidiodiningrat Lawang (dr. Dian Styorini, M.Sc, Sp.k). Memberikan pemahaman kepada peserta terhadap dampak dari penyalahgunaan narkoba, pengarahan program rehabilitasi napza, efek dari zat penyalahgunaan, serta efek jangka pendek dan jangka panjang penyalahgunaan narkoba.
  6. Materi “aspek hukum dalam P4GN”yang diisi oleh “ Staf BNNK Pasuruan (Ariana Solihatul imro.S.H).” Memberikan pemahaman kepada peserta terhadap dasar hukum penyalahguna narkoba dan ketentuan ketentuan hukum lainya yng menyangkut penyalahgunaan narkoba
  7. Materi “Narkotika dan alur peredaran narkotika” yang diisi oleh “Kepala BNNK Pasuruan (Erlang Dwi Pertama, S.E)” Memberikan pemahaman pada seluruh instansi pemerintahan terhadap alur dari peredaran narkotika khususnya wilayah Pasuruan.
  8. Materi “Action plan/penyusunan rencana aksi anti narkoba” yang diisi oleh “Staf BNNK Pasuruan (Agung Prasetyo Nugroho, S.Hut., M.M)” Memberikan bekal kepada peserta terhadap pengertian public speaking, dan bekal pespektif dalam menyusun rencana aksi P4GN yang akan di implementasikan ditempat kerja masing masing serta mewujudkan peran serta instansi pemerintah secara mandiri dan berkelanjutan melaksanakan P4GN.
Bimtek ini diadakan guna membekali calon penggiat anti narkoba terkait P4GN dan kemampuan menyampaikan pesan-pesan anti narkoba, dengan terlaksananya acara ini, diharapkan para peserta dapat membangun sistem agar diseluruh instansi pemerintahan kabupaten pasuruan dapat berperan aktif melakukan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN).Jangan Lupa Follow Akun Sosial Media BNN Kabupaten Pasuruan : IG : @infobnn_kab_pasuruan FB : BNN Kabupaten Pasuruan Website : pasuruankab.bnn.go.id Youtube : BNN Kabupaten Pasuruan#BNNKPasuruan #BNN #Hidup100persen #MilenialSehatLawanNarkoba #NarkobaMusuhKitaBersama #StopNarkoba #BersinarHIDUP 100 PERSEN SEHAT, SADAR, PRODUKTIF DAN BAHAGIA TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Jumat, 23 Oktober 2020

Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – Hari ini kami berkesempatan untuk melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan yang dilaksanakan selama 2 hari. Hadir pula sebagai peserta yaitu 20 guru BK dari perwakilan SMA/SMKN di Kabupaten Pasuruan.Bimbingan teknis ini dilaksanakan guna memberdayakan guru BK sebagai relawan anti narkoba dalam rangka menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.Bimbingan teknis ini di isi dengan berbagai macam paparan diantaranya tentang pengetahuan dasar adiksi, konseling dan rehabilitasi, Aspek Hukum dalam P4GN, Strategi pemberdayaan masyarakat dan pencegahan dalam upaya P4GN Serta action plan dalam melaksanakan kegiatan P4GN kepada para guru BK dalam pengembangan karakter individu sebagai penggiat anti narkoba.Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan para peserta dapat bekerja optimal dalam melaksanakan perannya sebagai Penggiat anti narkoba di lingkungan sekolahnya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba yang meliputi aspek pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN).Jangan Lupa Follow Akun Sosial Media BNN Kabupaten Pasuruan : IG : @infobnn_kab_pasuruan FB : BNN Kabupaten Pasuruan Website : pasuruankab.bnn.go.id Youtube : BNN Kabupaten Pasuruan#BNNKPasuruan #BNN #Hidup100persen #MilenialSehatLawanNarkoba #NarkobaMusuhKitaBersama #StopNarkoba #BersinarHIDUP 100 PERSEN SEHAT, SADAR, PRODUKTIF DAN BAHAGIA TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Minggu, 7 April 2019

Mlaku karo Wak Mukidin bareng lawan Narkoba

pasuruan.bnn.go.id, Pasuruan - WAK MUKIDIN adalah singkatan dari Waktunya Mengurus Taman Pendidikan Al Quran dan Madrasah Diniyah program unggulan Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang memprioritaskan generasi muda Kabupaten Pasuruan untuk memperkuat sendi sendi keagamaan sejak usia dini agar terhindar dari pengaruh buruk gaya hidup yang menyimpang salah satunya penyalahgunaan narkoba. Dalam acara ini  telah dilakukan penandatanganan Maklumat Masyarakat Kabupaten Pasuruan Lawan Narkoba bersama Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan, Forkopimda Kabupaten Pasuruan, Kapolres dan Kapolresta Pasuruan, Dandim 0819 Pasuruan serta masyarakat peserta Mlaku bareng Wak Mukidin Sukseskan Pemilu damai.Bupati Pasuruan beserta Kepala BNNK Pasuruan juga bersama-sama menganugerahkan piagam penghargaan Relawan Anti Narkoba Teladan bagi relawan anti narkoba yang aktif dalam berkegiatan P4GN di lingkungan masyarakat, pendidikan dan orsosmas. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan ini Bupati Pasuruan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung program unggulan Wak Mukidin serta mewujudkan pemilu yang damai agar masa depan Kabupaten Pasuruan cerah penuh harapan dengan pemuda yang hebat tanpa narkoba dan sebagai wujud keseriusan dalam mendukung program P4GN telah terbentuk PUSAKA yaitu Pemuda Santri Anti Narkoba untuk membentengi para pemuda dan santri dari penyalahgunaan narkoba selain itu, kepala BNNK Pasuruan AKBP. Erlang Dwi Permata, S.E menyampaikan bahwa dengan semakin banyaknya berbagai elemen yang mendukung kegiatan P4GN maka harapan untuk Kabupaten Pasuruan bebas dari bahaya penyalahgunaan Narkoba dapat terwujud.BNNK Pasuruan beserta staf juga membuka stan mobil pelayanan tes urine gratis beserta konsultasi terhadap permasalahan narkotika serta penjelasan alat peraga narkotika untuk semakin meyakinkan pada para peserta bahwa narkoba tidak hanya berbahaya tapi juga mengancam nyawa dan jiwa.#stopnarkoba #infobnn_kab_pasuruan #KamuDiaSayaLawanNarkoba #YoungMudaLawanNarkobaHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!! 


Selasa, 5 Maret 2019

Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi BNN Kab. Pasuruan

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan –Selasa 5 Maret 2019 BNNK Pasuruan melaksanakan sosialisasi program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi  yang bertempat di Rumah Makan Kebon Pring, Sosialisasi ini merupakan giat seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan yang bersumber dari dana DIPA 2019.Sosialisasi ini di ikuti oleh oleh 25 peserta yang terdiri Dari PKM Lumbang, PKm Grati, SMPN 1 Rejoso, RSUD Grati, PKM Wonorejo, PKM Winongan, MtsN 4 Pasuruan, PKM Tosari, SMPN 1 Winongan, SMPN 1 Lumbang, Dispendik, BKPPD, SMKN 1 Winongan, SMAN 1 Lumbang.Dalam acara tersebut hadir beberapa narasumber antara lain :1. AKBP. Erlang Dwi Permata, S. E (Kepala BNNK Pasuruan) 2. Gatot Sugianto, S. Kep., NS (Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Pasuruan) 3. dr. Poerwanto Setijawargo, M. Kes (Praktisi Lembaga Rehab) 4. dr. Cahya Firly Nanda (Praktisi Lembaga Rehab KM) 5. Peni Ratna Anugrahwati (Praktisi Lembaga Pasca Rehab)Hasil dari Kegiatan tersebut adalah meningkatkan kemampuan dan pengetahuan peserta tentang program rehabilitasi dan Pasca rehabilitasi yang terdapat di dalam kegiatan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkobaHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!  


Selasa, 19 Maret 2019

Diseminasi Informasi di STMIK Yadika Bangil Kabupaten Pasuruan

Pasuruankab.bnn.go.id, Bangil - Selasa 19 Maret 2019 BNNK Pasuruan melakukan kegiatan Diseminasi Informasi Melalui Talkshow yang bertempat di STMIK Yadika Bangil. Kegiatan ini di hadiri oleh Wakil Rektor STMIK Yadika beserta 50 mahasiswa, Turut hadir Bapak Erlang Dwi Permata S.E selaku Kepala BNNK Pasuruan, Bapak H. Aris Budipratito, MH.Kes selaku Kasi P2M BNNK Pasuruan dan Bapak dr. Fauzi Samlan selaku Praktisi Asessor RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan.Dalam Kegiatan Tersebut Bapak Erlang Dwi Permata, S.E. memberikan materi tentang Sanksi Hukum Terhadap Penyalahguna dan Pengedar Gelap Narkoba, Selanjutnya Bapak H. Aris Budipratikto, M.H.Kes memberikan materi tentang Pencegahan dalam Penanggulangan Masalah Narkoba, dan Materi Terakhir disampaikan oleh Bapak dr. Fauzi Samlan yang berjudul Upaya dan Dampak dari Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba.Mahasiswa STMIK Yadika sangat antusias dengan kegiatan ini dan memahami upaya cegah khususnya dalam lingkungan pendidikan.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkobaHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!   


Selasa, 26 Maret 2019

Pembinaan Santri di Pondok Pesantren Dalwa

pasuruan.bnn.go.id, Pasuruan - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan berkesempatan untuk menghadiri kegiatan pembinaan pondok pesantren dan santri guna mewujudkan kamtibmas yang kondusif dalam rangka pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019.Bertempat di Hotel Dalwa Raci Kabupaten Pasuruan dan dihadiri oleh Bapak AKBP Achmad Sunardi selaku Kepala Subdit Bintibluh, Kapolres Pasuruan yang diwakili oleh Bapak AKP Saifudin, Ustad Khuzaib Al Qodri selaku pimpinan Pondok Pesantren Dalwa.Kita harus berkomitmen mulai dari diri sendiri untuk menjauhi narkoba dan para santri berkomitmen untuk mewujudkan suasana kondusif dalam pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019 tanpa ada pengaruh negatif dari luar.#stopnarkoba #infobnn_kab_pasuruan #KamuDiaSayaLawanNarkoba #YoungMudaLawanNarkobaHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!  


Rabu, 18 September 2019

Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke- 1090 Tahun

pasuruankab.bnn.go.id, Bangil - Kepala BNNK Pasuruan menghadiri Upacara memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan Ke-1090 Tahun 2019 yang bertempat di Alun - Alun Bangil Kabupaten Pasuruan.Dalam kesempatan ini Bapak Irsyad selaku Bupati Pasuruan menyampaikan peningkatan kualitas keluarga serta pendidikan karakter merupakan pondasi yang kokoh guna mewujudkan SDM yang unggul disegala bidang, namun semua itu tidak akan berhasil jika hanya dilakukan pemerintah saja, perlu peran serta masyarakat dimulai dari hal masyarakat terkecil yaitu keluarga.Maka dari itu, mari kita jadikan keluarga sebagai madrasah pertama untuk mencetak karakter SDM Kabupaten Pasuruan Unggul, meskipun dengan teknologi yang berkembang seperti sekarang keluarga adalah garda terdepan agar generasi penerus bangsa tetap sebagai bagian dari warga negara indonesia yang menganut adat ketimuran, tanpa terpengaruh dunia luar yang membawa pengaruh kurang baik.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkoba #BersinarHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Terkini


Rabu, 10 Oktober 2018

Press Release Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika Golongan 1

BNNK Pasuruan mengadakan Press Release Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika golongan 1 (satu) Jenis Methampethamine atau yang biasa disebut sabu sebanyak 100,002 gram brutoBerhasil diamankan tersangka berinisial IRL ( 49 Tahun ) KTK ( 39 Tahun )Jumlah barang bukti - 1(satu) paket sabu seberat 100,002 gram bruto - 1(satu) Unit mobil nissan march - 1 (satu) buah HP merk Wiko - 1 (satu)buah HP merk Samsung galaxy prime pro - 1(satu) buah HP Nokia - Identitas tersangkaAdapun kronologis kejadian pengungkapan penyelundupan narkotika tersebut kepada pers, dimana pada hari Sabtu, tanggal 15 september 2018 pukul 20.30 wib. .Petugas BNNK Pasuruan bekerjasama dengan BNNP Jatim berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika, dengan TKP di pertigaan jalan raya gempol, Kab pasuruan, berhasil diamankan kedua tersangka yang berinisial IRL yg berdomisi di beji, pasuruan, dan KTK yang berdomisili di riau.Diamankan barang bukti berupa narkotika gol 1 jenis sabu seberat 100,002 gram bruto, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dari kedua tersangka ditemukan informasi bahwa peredaran gelap ini sudah dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama pada awal bulan juli 2018 dan yg kedua di gagalkan oleh petugas BNNK Pasuruan bekerjasama dengan BNNP Jatim.Adapun pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 ayat (2) subs. Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Dengan pengungkapan ini BNN telah berhasil menyelamatkan 500 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.#BnnkPasuruan #LawanNarkoba #KamuDiaSayaLawanNarkoba


Rabu, 10 Oktober 2018

Press Release Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika Golongan 1

BNNK Pasuruan mengadakan Press Release Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika golongan 1 (satu) Jenis Methampethamine atau yang biasa disebut sabu sebanyak 100,002 gram brutoBerhasil diamankan tersangka berinisial IRL ( 49 Tahun ) KTK ( 39 Tahun )Jumlah barang bukti - 1(satu) paket sabu seberat 100,002 gram bruto - 1(satu) Unit mobil nissan march - 1 (satu) buah HP merk Wiko - 1 (satu)buah HP merk Samsung galaxy prime pro - 1(satu) buah HP Nokia - Identitas tersangkaAdapun kronologis kejadian pengungkapan penyelundupan narkotika tersebut kepada pers, dimana pada hari Sabtu, tanggal 15 september 2018 pukul 20.30 wib. .Petugas BNNK Pasuruan bekerjasama dengan BNNP Jatim berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika, dengan TKP di pertigaan jalan raya gempol, Kab pasuruan, berhasil diamankan kedua tersangka yang berinisial IRL yg berdomisi di beji, pasuruan, dan KTK yang berdomisili di riau.Diamankan barang bukti berupa narkotika gol 1 jenis sabu seberat 100,002 gram bruto, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dari kedua tersangka ditemukan informasi bahwa peredaran gelap ini sudah dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama pada awal bulan juli 2018 dan yg kedua di gagalkan oleh petugas BNNK Pasuruan bekerjasama dengan BNNP Jatim.Adapun pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 ayat (2) subs. Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Dengan pengungkapan ini BNN telah berhasil menyelamatkan 500 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.#BnnkPasuruan #LawanNarkoba #KamuDiaSayaLawanNarkoba


Sabtu, 17 Agustus 2019

Penggolongan Narkoba

Narkoba adalah Narkotika, Psikotropika dan Bahan AdiktifNarkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang bisa menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (UU No. 35/2009 tentang Narkotika).Narkotika sendiri dibedakan menjadi 3 golongan yaitu :

  • Golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
  • Golongan II adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terkahir dan dapat digunakan dalam terapi untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
  • Golongan III adalah narkotika yang bekhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan
Psikotropika merupakan suatu zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintetis yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas normal dan perilaku (UU No. 35/2009 tentang Narkotika).Psikotropika dibagi kedalam 4 golongan yaitu :
  • Golongan I adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan II adalah psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan
Bahan Adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang berpengaruh psikoaktif di luar Narkotika dan Psikotropika dan dapat menyebabkan kecanduan. Contoh dari bahan adiktif lainnya meliputi :
  • Minuman Alkohol yang mengandung etanol etil alkohol yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat dan dibagi menjadi 3 golongan yaitu :
    • Golongan A dengan kadar etanol 1 - 5 %
    • Golongan B dengan kadar etanol 5 - 20 %
    • Golongan C dengan kadar etanol 20 -45 %
  • Inhalasi (gas yang dihirup) dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa organik yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin yang sering disalahgunakan seperti lem, tiner, bensin, dll.
  • Tembakau
  • dan lain - lain


Kamis, 9 Mei 2019

Wilayah Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan berpusat pemerintahan di Bangil, Pasuruan. berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Laut Jawa di utara, Kabupaten Probolinggo di Timur, Kabupaten Malang di selatan, Kota Batu di barat daya, serta Kabupaten Mojokerto di barat. dikenal sebagai daerah perindustrian, pertanian, dan tujuan wisata. Kompleks pegunungan Tengger dengan Gunung Bromo merupakan atraksi wisata utama di Kabupaten Pasuruan. Wilayah timur Kabupaten Pasuruan termasuk ke dalam wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Wilayah yang terluas di Kabupaten Pasuruan adalah Kecamatan Lumbang.Kabupaten Pasuruan memiliki keanekaragaman penduduk yang sebagian besar adalah suku Jawa dan Suku Madura, selain itu bisa juga ditemui suku-suku lain seperti masyarakat keturunan Tionghoa-Indonesia, Arab dan India. Suku Jawa di Pasuruan terutama adalah dari mereka yang berbahasa Jawa dialek Wetanan. Selain Suku Jawa dan Madura, juga terdapat suku Tengger yang hidup di kawasan Pegunungan Tengger terutama di kecamatan Tosari). Kabupaten Pasuruan terdiri atas 24 kecamatan, yang dibagi lagi atas 341 desa dan 24 kelurahan.Sedangkan untuk jumlah total seluruh lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pasuruan yaitu SD sederajat sebanyak 1019, terdiri dari SD negeri berjumlah 659 dan swasta 360, sementara untuk SMP sederajat berjumlah 318 terdiri dari SMP negeri berjumlah 69 dan swasta 249, dan untuk SMA Sederajat berjumlah 122, terdiri dari SMA negeri 10 dan swasta 112, sementara untuk SMA sederajat berjumlah 58, SMK negeri 14, dan swasta berjumlah 44.Merupakan tantangan yang besar bagi BNN Kabupaten Pasuruan dalam hal P4GN (Pencegahan, pemberantasan penanggulangan dan peredaran gelap narkoba), meliput luas daerah dan jumlah desa serta lembaga pendidikan yang menjadi fokus dalam upaya pencegahan sedari dini, menanggapi tantangan besar tersebut.BNN Kabupaten Pasuruan mengharapkan keterlibatan aktif segala komponen masyarakat dalam partisipasi P4GN, salah satu bentuknya adalah dengan melapor jika terjadi kecurigaan adanya peredaran gelap narkoba serta pecandu narkoba atau korban penyalahguna yang melaporkan diri untuk dilakukan rehabilitasi akan dikesampingkan unsur pidana dengan beberapa catatan, keikutsertaan komponen masyarakat sangat diperlukan, jangan pernah takut untuk melaporkan, karena dengan tindakan nyata kita, dapat menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Untuk melapor bisa langsung menghubungi call center kami 0822-3333-66-26 atau bisa email kami di bnnkab_pasuruan@bnn.go.id 


Kamis, 9 Mei 2019

Sejarah dan Peran Badan Narkotika Nasional dalam Penanggulangan Narkoba

Penanggulangan bahaya Narkotika dan kelembagaannya di Indonesia dimulai tahun 1971 dengan dikeluarkanya Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 6 Tahun 1971  kepada Kepala Badan Koordinasi Intelligen Nasional (BAKIN) untuk menanggulangi 6 (enam) permasalahan nasional yang menonjol, yaitu pemberantasan uang palsu, penanggulangan penyalahgunaan narkoba, penanggulangan penyelundupan, penanggulangan kenakalan remaja, penanggulangan subversi, pengawasan orang asing.Berdasarkan Inpres tersebut Kepala BAKIN membentuk Bakolak Inpres Tahun 1971 yang salah satu tugas dan fungsinya adalah menanggulangi bahaya narkoba. Menghadapi permasalahan  narkoba yang berkecenderungan terus miningkat, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengesahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Berdasarkan kedua Undang-undang tersebut, Pemerintah (Presiden Abdurahman Wahid) membentuk Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN), dengan Keputusan Presiden Nomor 116 Tahun 1999. BKNN adalah suatu Badan Koordinasi penanggulangan narkoba yang beranggotakan 25 Instansi Pemerintah terkait.Mulai tahun 2003 BNN baru mendapatkan alokasi anggaran dari APBN. pemegang otoritas dalam hal ini segera menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2007 tentang Badan Narkotika Nasional, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK), yang memiliki kewenangan operasional melalui kewenangan Anggota BNN terkait dalam satuan tugas.Merespon perkembangan permasalahan narkoba yang terus meningkat dan makin serius, maka Ketetapan MPR-RI Nomor VI/MPR/2002 melalui Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Tahun 2002 telah merekomendasikan kepada DPR-RI dan Presiden RI untuk melakukan perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Oleh karena itu, Pemerintah dan DPR-RI mengesahkan dan mengundangkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagai perubahan atas UU Nomor 22 Tahun 1997. Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tersebut, BNN diberikan kewenangan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.Berdasarkan undang-undang tersebut, status kelembagaan BNN menjadi Lembaga Pemerintah Non-Kementrian (LPNK) dengan struktur vertikal ke Provinsi dan kabupaten/kota. Di Provinsi dibentuk BNN Provinsi, dan di Kabupaten/Kota dibentuk BNN Kabupaten/Kota. BNN dipimpin oleh seorang Kepala BNN yang diangkat dan diberhentikan oleh  Presiden. BNN  berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kepala BNN dibantu oleh seorang Sekretaris Utama,  Inspektur Utama, dan 5 (lima) Deputi yaitu Deputi Pencegahan, Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Rehabilitasi, Deputi Pemberantasan, dan Deputi  Hukum dan Kerja Sama.Saat ini, Menurut Peraturan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan tata kerja BN Provinsi dan BNN KabupatenKota BNN telah memiliki perwakilan daerah di 34 Provinsi. Sedangkan di tingkat kabupaten dan kota, BNN telah memiliki 174 BNNK/Kota.BNN hadir dalam rangka membebaskan permasalahan peenyalahgunaan Narkotika di Indonesia, dalam kurun waktu 10 tahun ini peningkatan penyalahgunaan narkotika di Indonesia sudah dalam level memprihatinkan, kehadiran organisasi vertikal dan perwakilan BNN di provinsi dan daerah diharapkan akan memaksimalkan kerja BNN dalam rangka P4GN yaitu pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika.Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu daerah pusat di Indonesia yang terbilang cukup maju tidak terhindar dari peredaran gelap nakotika, Berdasar data BNN Provinsi Jatim,  jumlah pengguna narkoba di provinsi ini lebih dari 2,2 juta jiwa. Bahkan dari catatan yang ada jumlah pengguna aktif kurang lebih antara 800-900 ribu orang. berdasarkan data UI dan BNN di Jatim ada 800-900 ribu pengguna aktif yang terdeteksi.Peredaran narkoba di Jatim adalah yang terbesar ke dua dengan prefelensi mencapai 2,2 juta dari jumlah penduduk yang mencapai 40 juta jiwa. Peredarannya tidak hanya menyasar orang dewasa melainkan juga pada anak-anak. Dari sisi kewilayahan, narkoba juga tak hanya merambah perkotaan melainkan juga sampai ke pedesaan. "Ada sekitar 150an jenis narkoba yang beredar di Jatim. Selain itu, ada juga 50an jenis narkoba baru yang belum masuk ketentuan.Pasuruan yang dipetakan oleh BNN Provinsi Jawa Timur masuk sebagai zona merah peredaran gelap narkotika mendapat ranking urutan nomor 5 se Provinsi Jawa Timur, cukup memprihatinkan, dinilai sebagai daerah yang rawan membuat pengusulan pembentukan BNN di Kabupaten Pasuruan sebagai BNNK ke 16 di Provinsi Jawa Timur direalisasikan.BNN Kabupaten Pasuruan merupakan organisasi vertikal dari pusat yang membawahi langsung BNN Pusat, dibentuk melalui surat edaran Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformai Birokrasi Republik Indonesia nomor B/42/M.KT.01/2017 perihal pembentukan 1 (satu) Badan Narkotika Nasional Provinsi dan 7 (tujuh) Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Tertanggal 30 Januari 2017, dan diresmikan langsung pada tanggal 26 Juli Tahun 2017 oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur Brigjen Fatkhur Rakhman beserta Bupati Pasuruan Irsyad, disediakan lahan oleh Pemda Kabupaten Pasuruan di Bangil, namun untuk sementara kegiatan operasional dipinjamkan gedung eks dinas perindustrian kabupaten Pasuruan di Jalan Veteran no. 5 Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan.BNN Kabupaten Pasuruan dalam fungsi operasionalnya dipimpin oleh seorang Kepala BNN, dan dibantu oleh Kasubag Umum, serta tiga seksi yang membidangi masing – masing sebagai perwakilan dari deputi bidang di BNN Pusat, diantaranya adalah seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dibawah deputi bidang pencegahan dan deputi bidang pemberdayaan masyarakat, seksi rehabilitasi dibawah deputi bidang rehabilitasi, dan seksi pemberantasan dibawah deputi bidang pemberantasan sementara deputi bidang hukum dan kerjasama belum memiliki perwakilan resmi di tingkat BNNK. 


Selasa, 7 Mei 2019

Pengertian Narkoba

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata narkoba melintas? Sebagian besar dari kita memahami narkoba adalah bahan yang datang dengan sejuta manfaat negatif, ada juga beberapa orang yang memahami narkoba sebagai ganja atau sabu, spesifikasi mengenai suatu zat yang sebenarnya lebih luas jenisnya daripada hanya sekedar ganja atau sabu, dan beberapa orang di Indonesia bahkan belum tahu atau mengetahui dengan tepat,  tetapi salah persepsi mengenai narkoba, yang seharusnya dapat diluruskan, tidak hanya tugas dari pemerintah, namun seluruh komponen masyarakat wajib mengetahui apa itu narkoba serta dampaknya, sehingga kita dapat terbebas dari penyalahgunaan narkoba.Membahas dari berbagai presepsi masyarakat luas mengenai narkoba, mari kita merujuk pengertian narkoba menurut sejumlah sumber, yang pertama narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif. Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narkoba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah NAPZA yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah NAPZA biasanya lebih banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama.Secara etimologi narkoba berasal dari bahasa inggiris yaitu narcotics yang berarti obat bius, yang artinya sama dengan narcosis dalam bahasa Yunani yang berarti menidurkan atau membiuskan. Sedangkan dalam kamus inggris indonesia, narkoba berarti bahan-bahan pembius, obat bius atau penenang.Merujuk pada Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, pengertian narkoba menurut Pasal 1 angka 1 adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, atau ketagihan yang sangat berat.Secara terminologis narkoba adalah obat yang dapat menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit , menimbulkan rasa ngantuk atau merangsang. Wiliam Benton sebagaimana dikutip oleh Mardani menjelaskan dalam bukunya narokoba adalah istilah umum untuk semua jenis zat yang melemahkan atau membius atau mengurangi rasa sakit.Pendapat lain dikemukakan oleh Djoko Prakoso, menurut beliau dalam bukunya “Kejahatan – kejahatan yang merugikan dan membahayakan negara” beliau menyoroti mengenai psikotropika yang mana obat atau zat yang berbahaya, yaitu zat kimia yang dapat merubah reaksi tingkah seseorang terhadap lingkungannya. Tindak pidana penyalahgunaan psikotropika adalah penggunaan psikotropika yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.Sementara Smith Kline dan French Clinical memberi defenisi narkotika sebagai zat-zat yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan dikarenakan zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi susunan pusat saraf. Dalam defenisi narkotika ini sudah termasuk jenis candu seperti morphine, cocaine, dan heroin atau zat-zat yang dibuat dari candu seperti (meripidin dan methodan). Pendapat dari Soedjono dalam patologi sosial merumuskan defenisi narkotika sebagai bahan-bahan yang terutama mempunyai efek kerja pembiusan atau dapat menurunkan kesadaran.Sedangkan Korp Reserce Narkoba mengatakan bahwa narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan, susunan pengamatan atau penglihatan karena zat tersebut mempengaruhi susunan saraf.Dapat disimpulkan bahwa narkoba yang merupakan akronim dari Narkoba, Psikotropika, dan bahan adiktif lainya adalah zat atau suatu bahan baik sintetis maupun alami yang mana mempunyai khasiat yang dapat menurunkan kesadaran, bersifat membius dan menyebabkan rasa candu yang kuat, dan juga mempunyai fungsi sebagai obat – obatan dengan kadar dan dosis tertentu, serta penggunaan dan pengendalian diatur melalui peraturan dan diawasi oleh Pemerintah.

  1.  Hasan Sadly, Kamus Inggiris Indonesia (Jakarta: Gramedia, 2000), h. 390.
  2.  Anton M. Mulyono, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: balai Pustaka, 1988), h.
  3. William Banton, Ensiklopedia Bronitica, USA 1970, volume 16, h. 23. Lihat juga: Mardani, Penyalahgunaan narkoba: dalam Perspektif Hukum Islam dan Pidan nasiona (Jakarta: Rajawali press, 2008), h. 78.
  4.  Djoko Prakoso, Kejahatan-kejahatan yang Merugikan dan Membahayakan Negara. (Jakarta : Bina Aksara), 1987, hlm 49
  5. Smith kline dan French Clinical , A Manual For Law Enforcemen Officer drugs Abuse (Pensilvania: Philladelphia, 1969), h. 91.
  6. Soedjono, ptologi Sosial, (Bandung: Alumni Bandung 1997), h. 78
  7. Korp Reserce Polri Direktorat Reserce Narkoba dalam makalah 2000. Peranan Generasi Muda dalam Pemberantasan narkoba (Jakarta: 2000), h. 2.


Selasa, 7 Mei 2019

Pengertian Narkoba

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata narkoba melintas? Sebagian besar dari kita memahami narkoba adalah bahan yang datang dengan sejuta manfaat negatif, ada juga beberapa orang yang memahami narkoba sebagai ganja atau sabu, spesifikasi mengenai suatu zat yang sebenarnya lebih luas jenisnya daripada hanya sekedar ganja atau sabu, dan beberapa orang di Indonesia bahkan belum tahu atau mengetahui dengan tepat,  tetapi salah persepsi mengenai narkoba, yang seharusnya dapat diluruskan, tidak hanya tugas dari pemerintah, namun seluruh komponen masyarakat wajib mengetahui apa itu narkoba serta dampaknya, sehingga kita dapat terbebas dari penyalahgunaan narkoba.Membahas dari berbagai presepsi masyarakat luas mengenai narkoba, mari kita merujuk pengertian narkoba menurut sejumlah sumber, yang pertama narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif. Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narkoba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah NAPZA yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah NAPZA biasanya lebih banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama.Secara etimologi narkoba berasal dari bahasa inggiris yaitu narcotics yang berarti obat bius, yang artinya sama dengan narcosis dalam bahasa Yunani yang berarti menidurkan atau membiuskan. Sedangkan dalam kamus inggris indonesia, narkoba berarti bahan-bahan pembius, obat bius atau penenang.Merujuk pada Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, pengertian narkoba menurut Pasal 1 angka 1 adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, atau ketagihan yang sangat berat.Secara terminologis narkoba adalah obat yang dapat menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit , menimbulkan rasa ngantuk atau merangsang. Wiliam Benton sebagaimana dikutip oleh Mardani menjelaskan dalam bukunya narokoba adalah istilah umum untuk semua jenis zat yang melemahkan atau membius atau mengurangi rasa sakit.Pendapat lain dikemukakan oleh Djoko Prakoso, menurut beliau dalam bukunya “Kejahatan – kejahatan yang merugikan dan membahayakan negara” beliau menyoroti mengenai psikotropika yang mana obat atau zat yang berbahaya, yaitu zat kimia yang dapat merubah reaksi tingkah seseorang terhadap lingkungannya. Tindak pidana penyalahgunaan psikotropika adalah penggunaan psikotropika yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.Sementara Smith Kline dan French Clinical memberi defenisi narkotika sebagai zat-zat yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan dikarenakan zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi susunan pusat saraf. Dalam defenisi narkotika ini sudah termasuk jenis candu seperti morphine, cocaine, dan heroin atau zat-zat yang dibuat dari candu seperti (meripidin dan methodan). Pendapat dari Soedjono dalam patologi sosial merumuskan defenisi narkotika sebagai bahan-bahan yang terutama mempunyai efek kerja pembiusan atau dapat menurunkan kesadaran.Sedangkan Korp Reserce Narkoba mengatakan bahwa narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan, susunan pengamatan atau penglihatan karena zat tersebut mempengaruhi susunan saraf.Dapat disimpulkan bahwa narkoba yang merupakan akronim dari Narkoba, Psikotropika, dan bahan adiktif lainya adalah zat atau suatu bahan baik sintetis maupun alami yang mana mempunyai khasiat yang dapat menurunkan kesadaran, bersifat membius dan menyebabkan rasa candu yang kuat, dan juga mempunyai fungsi sebagai obat – obatan dengan kadar dan dosis tertentu, serta penggunaan dan pengendalian diatur melalui peraturan dan diawasi oleh Pemerintah.

  1.  Hasan Sadly, Kamus Inggiris Indonesia (Jakarta: Gramedia, 2000), h. 390.
  2.  Anton M. Mulyono, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: balai Pustaka, 1988), h.
  3. William Banton, Ensiklopedia Bronitica, USA 1970, volume 16, h. 23. Lihat juga: Mardani, Penyalahgunaan narkoba: dalam Perspektif Hukum Islam dan Pidan nasiona (Jakarta: Rajawali press, 2008), h. 78.
  4.  Djoko Prakoso, Kejahatan-kejahatan yang Merugikan dan Membahayakan Negara. (Jakarta : Bina Aksara), 1987, hlm 49
  5. Smith kline dan French Clinical , A Manual For Law Enforcemen Officer drugs Abuse (Pensilvania: Philladelphia, 1969), h. 91.
  6. Soedjono, ptologi Sosial, (Bandung: Alumni Bandung 1997), h. 78
  7. Korp Reserce Polri Direktorat Reserce Narkoba dalam makalah 2000. Peranan Generasi Muda dalam Pemberantasan narkoba (Jakarta: 2000), h. 2.


Kamis, 9 Mei 2019

Sejarah dan Peran Badan Narkotika Nasional dalam Penanggulangan Narkoba

Penanggulangan bahaya Narkotika dan kelembagaannya di Indonesia dimulai tahun 1971 dengan dikeluarkanya Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 6 Tahun 1971  kepada Kepala Badan Koordinasi Intelligen Nasional (BAKIN) untuk menanggulangi 6 (enam) permasalahan nasional yang menonjol, yaitu pemberantasan uang palsu, penanggulangan penyalahgunaan narkoba, penanggulangan penyelundupan, penanggulangan kenakalan remaja, penanggulangan subversi, pengawasan orang asing.Berdasarkan Inpres tersebut Kepala BAKIN membentuk Bakolak Inpres Tahun 1971 yang salah satu tugas dan fungsinya adalah menanggulangi bahaya narkoba. Menghadapi permasalahan  narkoba yang berkecenderungan terus miningkat, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengesahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Berdasarkan kedua Undang-undang tersebut, Pemerintah (Presiden Abdurahman Wahid) membentuk Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN), dengan Keputusan Presiden Nomor 116 Tahun 1999. BKNN adalah suatu Badan Koordinasi penanggulangan narkoba yang beranggotakan 25 Instansi Pemerintah terkait.Mulai tahun 2003 BNN baru mendapatkan alokasi anggaran dari APBN. pemegang otoritas dalam hal ini segera menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2007 tentang Badan Narkotika Nasional, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK), yang memiliki kewenangan operasional melalui kewenangan Anggota BNN terkait dalam satuan tugas.Merespon perkembangan permasalahan narkoba yang terus meningkat dan makin serius, maka Ketetapan MPR-RI Nomor VI/MPR/2002 melalui Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Tahun 2002 telah merekomendasikan kepada DPR-RI dan Presiden RI untuk melakukan perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Oleh karena itu, Pemerintah dan DPR-RI mengesahkan dan mengundangkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagai perubahan atas UU Nomor 22 Tahun 1997. Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tersebut, BNN diberikan kewenangan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.Berdasarkan undang-undang tersebut, status kelembagaan BNN menjadi Lembaga Pemerintah Non-Kementrian (LPNK) dengan struktur vertikal ke Provinsi dan kabupaten/kota. Di Provinsi dibentuk BNN Provinsi, dan di Kabupaten/Kota dibentuk BNN Kabupaten/Kota. BNN dipimpin oleh seorang Kepala BNN yang diangkat dan diberhentikan oleh  Presiden. BNN  berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kepala BNN dibantu oleh seorang Sekretaris Utama,  Inspektur Utama, dan 5 (lima) Deputi yaitu Deputi Pencegahan, Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Rehabilitasi, Deputi Pemberantasan, dan Deputi  Hukum dan Kerja Sama.Saat ini, Menurut Peraturan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan tata kerja BN Provinsi dan BNN KabupatenKota BNN telah memiliki perwakilan daerah di 34 Provinsi. Sedangkan di tingkat kabupaten dan kota, BNN telah memiliki 174 BNNK/Kota.BNN hadir dalam rangka membebaskan permasalahan peenyalahgunaan Narkotika di Indonesia, dalam kurun waktu 10 tahun ini peningkatan penyalahgunaan narkotika di Indonesia sudah dalam level memprihatinkan, kehadiran organisasi vertikal dan perwakilan BNN di provinsi dan daerah diharapkan akan memaksimalkan kerja BNN dalam rangka P4GN yaitu pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika.Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu daerah pusat di Indonesia yang terbilang cukup maju tidak terhindar dari peredaran gelap nakotika, Berdasar data BNN Provinsi Jatim,  jumlah pengguna narkoba di provinsi ini lebih dari 2,2 juta jiwa. Bahkan dari catatan yang ada jumlah pengguna aktif kurang lebih antara 800-900 ribu orang. berdasarkan data UI dan BNN di Jatim ada 800-900 ribu pengguna aktif yang terdeteksi.Peredaran narkoba di Jatim adalah yang terbesar ke dua dengan prefelensi mencapai 2,2 juta dari jumlah penduduk yang mencapai 40 juta jiwa. Peredarannya tidak hanya menyasar orang dewasa melainkan juga pada anak-anak. Dari sisi kewilayahan, narkoba juga tak hanya merambah perkotaan melainkan juga sampai ke pedesaan. "Ada sekitar 150an jenis narkoba yang beredar di Jatim. Selain itu, ada juga 50an jenis narkoba baru yang belum masuk ketentuan.Pasuruan yang dipetakan oleh BNN Provinsi Jawa Timur masuk sebagai zona merah peredaran gelap narkotika mendapat ranking urutan nomor 5 se Provinsi Jawa Timur, cukup memprihatinkan, dinilai sebagai daerah yang rawan membuat pengusulan pembentukan BNN di Kabupaten Pasuruan sebagai BNNK ke 16 di Provinsi Jawa Timur direalisasikan.BNN Kabupaten Pasuruan merupakan organisasi vertikal dari pusat yang membawahi langsung BNN Pusat, dibentuk melalui surat edaran Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformai Birokrasi Republik Indonesia nomor B/42/M.KT.01/2017 perihal pembentukan 1 (satu) Badan Narkotika Nasional Provinsi dan 7 (tujuh) Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Tertanggal 30 Januari 2017, dan diresmikan langsung pada tanggal 26 Juli Tahun 2017 oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur Brigjen Fatkhur Rakhman beserta Bupati Pasuruan Irsyad, disediakan lahan oleh Pemda Kabupaten Pasuruan di Bangil, namun untuk sementara kegiatan operasional dipinjamkan gedung eks dinas perindustrian kabupaten Pasuruan di Jalan Veteran no. 5 Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan.BNN Kabupaten Pasuruan dalam fungsi operasionalnya dipimpin oleh seorang Kepala BNN, dan dibantu oleh Kasubag Umum, serta tiga seksi yang membidangi masing – masing sebagai perwakilan dari deputi bidang di BNN Pusat, diantaranya adalah seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dibawah deputi bidang pencegahan dan deputi bidang pemberdayaan masyarakat, seksi rehabilitasi dibawah deputi bidang rehabilitasi, dan seksi pemberantasan dibawah deputi bidang pemberantasan sementara deputi bidang hukum dan kerjasama belum memiliki perwakilan resmi di tingkat BNNK. 


Kamis, 9 Mei 2019

Wilayah Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan berpusat pemerintahan di Bangil, Pasuruan. berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Laut Jawa di utara, Kabupaten Probolinggo di Timur, Kabupaten Malang di selatan, Kota Batu di barat daya, serta Kabupaten Mojokerto di barat. dikenal sebagai daerah perindustrian, pertanian, dan tujuan wisata. Kompleks pegunungan Tengger dengan Gunung Bromo merupakan atraksi wisata utama di Kabupaten Pasuruan. Wilayah timur Kabupaten Pasuruan termasuk ke dalam wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Wilayah yang terluas di Kabupaten Pasuruan adalah Kecamatan Lumbang.Kabupaten Pasuruan memiliki keanekaragaman penduduk yang sebagian besar adalah suku Jawa dan Suku Madura, selain itu bisa juga ditemui suku-suku lain seperti masyarakat keturunan Tionghoa-Indonesia, Arab dan India. Suku Jawa di Pasuruan terutama adalah dari mereka yang berbahasa Jawa dialek Wetanan. Selain Suku Jawa dan Madura, juga terdapat suku Tengger yang hidup di kawasan Pegunungan Tengger terutama di kecamatan Tosari). Kabupaten Pasuruan terdiri atas 24 kecamatan, yang dibagi lagi atas 341 desa dan 24 kelurahan.Sedangkan untuk jumlah total seluruh lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pasuruan yaitu SD sederajat sebanyak 1019, terdiri dari SD negeri berjumlah 659 dan swasta 360, sementara untuk SMP sederajat berjumlah 318 terdiri dari SMP negeri berjumlah 69 dan swasta 249, dan untuk SMA Sederajat berjumlah 122, terdiri dari SMA negeri 10 dan swasta 112, sementara untuk SMA sederajat berjumlah 58, SMK negeri 14, dan swasta berjumlah 44.Merupakan tantangan yang besar bagi BNN Kabupaten Pasuruan dalam hal P4GN (Pencegahan, pemberantasan penanggulangan dan peredaran gelap narkoba), meliput luas daerah dan jumlah desa serta lembaga pendidikan yang menjadi fokus dalam upaya pencegahan sedari dini, menanggapi tantangan besar tersebut.BNN Kabupaten Pasuruan mengharapkan keterlibatan aktif segala komponen masyarakat dalam partisipasi P4GN, salah satu bentuknya adalah dengan melapor jika terjadi kecurigaan adanya peredaran gelap narkoba serta pecandu narkoba atau korban penyalahguna yang melaporkan diri untuk dilakukan rehabilitasi akan dikesampingkan unsur pidana dengan beberapa catatan, keikutsertaan komponen masyarakat sangat diperlukan, jangan pernah takut untuk melaporkan, karena dengan tindakan nyata kita, dapat menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Untuk melapor bisa langsung menghubungi call center kami 0822-3333-66-26 atau bisa email kami di bnnkab_pasuruan@bnn.go.id 


Sabtu, 17 Agustus 2019

Penggolongan Narkoba

Narkoba adalah Narkotika, Psikotropika dan Bahan AdiktifNarkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang bisa menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (UU No. 35/2009 tentang Narkotika).Narkotika sendiri dibedakan menjadi 3 golongan yaitu :

  • Golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
  • Golongan II adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terkahir dan dapat digunakan dalam terapi untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
  • Golongan III adalah narkotika yang bekhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan
Psikotropika merupakan suatu zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintetis yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas normal dan perilaku (UU No. 35/2009 tentang Narkotika).Psikotropika dibagi kedalam 4 golongan yaitu :
  • Golongan I adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan II adalah psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan
Bahan Adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang berpengaruh psikoaktif di luar Narkotika dan Psikotropika dan dapat menyebabkan kecanduan. Contoh dari bahan adiktif lainnya meliputi :
  • Minuman Alkohol yang mengandung etanol etil alkohol yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat dan dibagi menjadi 3 golongan yaitu :
    • Golongan A dengan kadar etanol 1 - 5 %
    • Golongan B dengan kadar etanol 5 - 20 %
    • Golongan C dengan kadar etanol 20 -45 %
  • Inhalasi (gas yang dihirup) dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa organik yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin yang sering disalahgunakan seperti lem, tiner, bensin, dll.
  • Tembakau
  • dan lain - lain


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA TIMUR

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi