Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Rabu, 11 Desember 2019

Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati Kecamatan Kraton

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan menghadiri undangan sebagai narasumber dalam kegiatan SATPOL PP Kabupaten Pasuruan, dalam sosialisasi pengenalan produk hukum Perda mengenai ketertiban umum yang mana di dalam nya juga memuat mengenai tindakan dan antisipasi mengenai narkoba serta penyakit menular seksual HIV/AIDS, sehingga tim Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan diundang untuk turut serta memberikan sosialisasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika yang pada kali ini bertempat di Pondok Pesantren Darul Karomah Gunung Jati Kecamatan Kraton.Sebanyak 50 orang santri khusus laki laki di pondok pesantren darul karomah Gunung Jati turut serta mengikuti pemaparan yang dikolaborasi antara Badan Narkotika Nasional, Dinas Kesehatan dan Satpol PP, tidak lupa juga perwakilan dari Pusaka (Pemuda dan Santri Anti Narkoba) turut menyampaikan harapanya agar kegiatan seperti ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih luas sampai ke pondok pesantren lainya di wilayah Kabupaten Pasuruan. Diharapkan dari kegiatan ini, para santri akan lebih paham dan mengerti mengenai bahaya narkoba dan efek penyalahgunaan nya sehingga jika lebih paham dan mengerti akan juga meminimalisir penyalahgunaan narkoba khususnya di lingkungan santri di pondok pesantren Kabupaten Pasuruan, kegiatan tersebut berjalan lancar tanpa halangan apapun.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkoba #BersinarHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Rabu, 11 Desember 2019

Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di PAC GP Anshor – Kecamatan Tutur

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan menghadiri undangan dari SATPOL PP juga dalam acara sosialisasi produk hukum Perda Kabupaten Pasuruan, tidak hanya menghadiri di pondok pesantren saja juga langsung menyasar ke pimpinan anak cabang Gerakan pemuda Anshor di Kecamatan Tutur, dengan harapan program PUSAKA (Pemuda, santri dan anti narkoba) dapat tepat sasaran dengan turut mensosialisasikan nya di kalangan pemuda.Ketua PAC GP Anshor kecamatan Tutur menyampaikan harapan besar kepada para anggota agar bisa membentengi diri dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas supaya dapat mencegah, jangan sampai masuk ke lingkungan masing – masing, agar tercapai wilayah yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Pihak Satpol PP menyampaikan himbauran agar para anggota saling bekerja sama dalam mewujudkan salah satu program Bupati yang bernama PUSKA (Pemuda santri anti narkoba) di dalam sekolah ataupun pondok pesantren serta penegakan Perda No 3 Tahun 2018 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.Komisi penanggulangan AIDS juga memberikan informasi tentang bahaya dan pencegahan HIV AIDS, sementara pihak BNN K Pasuruan menyampaikan tentang pencegahan dan bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampak buruk bagi kondisi fisik tubuh serta bagaimana cara dan proses bagi orang yang terpapar atau kecanduan penyakahgunaan narkoba, dengan adanya kegiatan ini diharapkan para anggota dapat menjaga diri serta lingkungan pondok pesantren agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba serta HIV/AIDS dan apa yang di dapat dari pemateri agar menularkan ilmunya terutama kepada keluarga serta lingkungan sekitar, kegiatan tersebut dihadiri oleh 50 orang anggota GP Anshor Kecamatan Tutur.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkoba #BersinarHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Selasa, 10 Desember 2019

Sosialisasi Bahaya Penyalahguna Napza Demi Terwujudnya Pemuda dan Santri Anti Narkoba di Lumbang Kabupaten Pasuruan

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan menghadiri undangan narasumber yang diadakan oleh DInas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dalam sosialisasi yang bertajuk Bahaya Penyalahgunaan Napza demi terwujudnya pemuda dan santri anti narkoba, bersama dengan Dinas pemuda dan olahraga kabupaten Pasuruan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan turut hadir dan memberikan sosialisasi, kegiatan sosialisasi ini tidak semata – mata hanya difokuskan kepada sosialisasi sepihak saja namun juga sosialisasi dan diskusi secara dua pihak, yang semata – mata ditujukan agar siswa – siswi dapat lebih paham dan ikut turut aktif, selain hanya diam dan mendengarkan sosialisasi secara monoton tanpa respon balik.Kegiatan ini juga didukung langsung oleh Kepala Sekolah yang beliau harapkan dengan adanya kegiatan ini para siswa SMAN Lumbang mampu menjaga kesehatan dan menjauhi bahaya serta penyalahgunaan narkotika secara menyeluruh dimulai dari diri sendiri, dalam sosialisasi ini juga tim Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan juga memfokuskan pemahaman mengenai bahaya narkotika khususnya di kalangan siswa dengan harapan siswa mampu memahami bahaya sehingga penggunaan penyalahgunaan nya dapat dihindari, diharapkan juga siswa mampu memberikan info tentang bahaya narkoba di lingkungan keluarga masing – masing, salah satu upaya cegah yang dapat dilakukan siswa adalah juga dengan megikuti berbagai kegiatan yang positif sesuai minat dan bakat yang dimiliki, para siswa siswi juga sangat antusias dan semangat mengikuti sosialisasi dan diharapkan siswa siswi dapat mengamalkan ilmu yang diterima, kegiatan tersebut berjalan lancar tanpa hambatan apapun, dihadiri kurang lebih 200 siswa siswi SMAN Lumbang. #BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkoba #BersinarHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Selasa, 10 Desember 2019

Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Pondok Pesantren Al Arif Desa Gempol Kabupaten Pasuruan

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan, menghadiri undangan dari Satpol PP Kabupaten Pasuruan untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan pencegahanya yang bertempat di Pondok Pesantren Al – Arif Desa Gempol, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan bersama dengan pihak narasumber dari Satpol PP, KPA (Komisi Penanggulangan HIV/AIDS) dan pengelola pondok pesantren bersama – sama memberikan sosialisasi kepada siswa – siswi yang ada di Pondok Pesantren Al- Arif, Pengasuh pondk Al – Arif sendiri menyampaikan harapan besar kepada para santri dan siswa agar bisa membentengi diri dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas agar tercapai wilayah sekolah dan Pondok yang terbebas dari penyalahgunaan narkotika.Pihak Satpol PP menyampaikan himbauan agar para siswa / santri ikut bekerja ikut bekerja sama dalam mewujudkan salah satu program Bupati yang bernama PUSAKA di dalam sekolah/ pondok serta penegakan perda No 3 Tahun 2018 tentang ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Sementara KPA memberikan informasi tentang bahaya dan upaya pencegahan HIV/AIDS khususnya dalam lingkungan pelajar dan santri di Pondok Pesantren.Pihak Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan menyampaikan materi mengenai pencegahan dan bahaya narkoba serta dampak buruk bagi kondisi fisik tubuh serta bagaimana prosedur bagi orang yang terpapar / kecanduan narkotika serta prosedur pelaporan dan lapor pribadi pecandu dan korban penyalahguna, dengan adanya kegiatan ini diharapkan para santri dapat menjaga diri serta lingkungan pondok supaya bebas dari jeratan Narkoba serta HIV/AIDS.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkoba #BersinarHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Selasa, 10 Desember 2019

Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Pondok Pesantren Dakwatul Khoirot Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan menghadiri undangan dari SATPOL PP Kabupaten Pasuruan dalam rangka sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di Pondok Pesantren Dakwatul Khoirot, Desa Krengih, Rembang, kegiatan ini adalah salah satu bentuk penegakan perda tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang dapat dilaksanakan oleh Satpol PP yaitu dengan dilaksanakanya razia minuman keras yang merupakan gerbang menuju penyalahgunaan narkoba, kegiatan ini juga selain Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan juga turut hadir dari puskesmas Rembang, kegiatan ini diadakan dengan latar belakang banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa salah satu bahaya penyalahgunaan narkoba yaitu terjangkit HIV/AIDS khususnya penguunaan narkoba melalui injeksi jarum suntik.Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan melaluii staf P2M memberikan himbauan kepada para peserta yang hadir agar lebih memperhatikan kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh keluarga khususnya anak – anak minimal dengan mengetahui password HP serta memperhatikan makanan maupun minuman yang dikonsumi oleh keluarga, karena pada dasarnya benteng paling awal untuk mencegah penyalahgunaan narkoba adalah keluarga, dan dilanjutkan melalui lingkungan sekitar, kegiatan ini berlangsung lancar tanpa hambatan apapun, dihadiri oleh masyarakat sejumlah 50 orang.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkoba #BersinarHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Minggu, 7 April 2019

Mlaku karo Wak Mukidin bareng lawan Narkoba

pasuruan.bnn.go.id, Pasuruan - WAK MUKIDIN adalah singkatan dari Waktunya Mengurus Taman Pendidikan Al Quran dan Madrasah Diniyah program unggulan Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang memprioritaskan generasi muda Kabupaten Pasuruan untuk memperkuat sendi sendi keagamaan sejak usia dini agar terhindar dari pengaruh buruk gaya hidup yang menyimpang salah satunya penyalahgunaan narkoba. Dalam acara ini  telah dilakukan penandatanganan Maklumat Masyarakat Kabupaten Pasuruan Lawan Narkoba bersama Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan, Forkopimda Kabupaten Pasuruan, Kapolres dan Kapolresta Pasuruan, Dandim 0819 Pasuruan serta masyarakat peserta Mlaku bareng Wak Mukidin Sukseskan Pemilu damai.Bupati Pasuruan beserta Kepala BNNK Pasuruan juga bersama-sama menganugerahkan piagam penghargaan Relawan Anti Narkoba Teladan bagi relawan anti narkoba yang aktif dalam berkegiatan P4GN di lingkungan masyarakat, pendidikan dan orsosmas. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan ini Bupati Pasuruan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung program unggulan Wak Mukidin serta mewujudkan pemilu yang damai agar masa depan Kabupaten Pasuruan cerah penuh harapan dengan pemuda yang hebat tanpa narkoba dan sebagai wujud keseriusan dalam mendukung program P4GN telah terbentuk PUSAKA yaitu Pemuda Santri Anti Narkoba untuk membentengi para pemuda dan santri dari penyalahgunaan narkoba selain itu, kepala BNNK Pasuruan AKBP. Erlang Dwi Permata, S.E menyampaikan bahwa dengan semakin banyaknya berbagai elemen yang mendukung kegiatan P4GN maka harapan untuk Kabupaten Pasuruan bebas dari bahaya penyalahgunaan Narkoba dapat terwujud.BNNK Pasuruan beserta staf juga membuka stan mobil pelayanan tes urine gratis beserta konsultasi terhadap permasalahan narkotika serta penjelasan alat peraga narkotika untuk semakin meyakinkan pada para peserta bahwa narkoba tidak hanya berbahaya tapi juga mengancam nyawa dan jiwa.#stopnarkoba #infobnn_kab_pasuruan #KamuDiaSayaLawanNarkoba #YoungMudaLawanNarkobaHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!! 


Rabu, 18 September 2019

Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke- 1090 Tahun

pasuruankab.bnn.go.id, Bangil - Kepala BNNK Pasuruan menghadiri Upacara memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan Ke-1090 Tahun 2019 yang bertempat di Alun - Alun Bangil Kabupaten Pasuruan.Dalam kesempatan ini Bapak Irsyad selaku Bupati Pasuruan menyampaikan peningkatan kualitas keluarga serta pendidikan karakter merupakan pondasi yang kokoh guna mewujudkan SDM yang unggul disegala bidang, namun semua itu tidak akan berhasil jika hanya dilakukan pemerintah saja, perlu peran serta masyarakat dimulai dari hal masyarakat terkecil yaitu keluarga.Maka dari itu, mari kita jadikan keluarga sebagai madrasah pertama untuk mencetak karakter SDM Kabupaten Pasuruan Unggul, meskipun dengan teknologi yang berkembang seperti sekarang keluarga adalah garda terdepan agar generasi penerus bangsa tetap sebagai bagian dari warga negara indonesia yang menganut adat ketimuran, tanpa terpengaruh dunia luar yang membawa pengaruh kurang baik.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkoba #BersinarHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!


Sabtu, 14 September 2019

Sosialisasi Bahaya Narkoba Dalam Acara PKKMB di STIMIK YADIKA BANGIL Tahun 2019

pasuruan.bnn.go.id, Pasuruan - Guna mewujudkan Generasi Milenial tanpa Narkoba BNNK Pasuruan memberikan sosialisasi pada kegiatan PKKMB ( Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru ) STIMIK YADIKA BANGIL, dalam kesempatan ini kami memberikan materi P4GN dimulai dari pengertian narkoba, jenis - jenis narkoba bahaya penggunaan, cara pencegahan serta ciri - ciri dari pengguna itu sendiri. Sebanyak 92 mahasiswa baru mengikuti kegiatan ospek tersebut yang bertempat di Aula Kampus STIMIK Yadika.Kami berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini para mahasiswa bisa mensosialisasikan apa saja dampak penggunaan narkoba dan apabila ada yg teridentifikasi menggunakan narkoba di sekitar mereka untuk segera melapor ke BNN agar bisa di rehabilitasi.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkoba #BersinarHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!! 


Jumat, 22 Maret 2019

Diseminasi Informasi di Akbid Sakinah Pasuruan

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan – BNNK Pasuruan mengadakan Giat Diseminasi Informasi melalui Talkshow yang bertempat di Akademi Kebidanan Sakinah.  Acara tersebut di hadiri oleh Kepala BNNK Pasuruan, Kasi P2M BNNK Pasuruan dan Praktisi Asessor RSUD Bangil serta 50 Mahasiswa Akbid Sakinah Pasuruan.Kepala BNNK Pasuruan memberikan materi tentang Sanksi Hukum terhadap Penyalahguna dan Pengedar Gelap Narkoba, beliau berpesan masyarakat berkewajiban untuk melapor serta pentingnya kesadaran masyarakat tentang pemberantasan penyalahgunaan narkoba.Materi kedua disampaikan oleh Kasi P2M BNNK Pasuruan dr. H. Aris Budipraktikto M.H,Kes, beliau menerangkan tentang pengertian Narkoba, akibat penyalahgunaan narkoba serta upaya - upaya dalam pencegahan penggunaan narkoba.Materi terakhir disampaikan oleh dr. Fauzi Salman beliau menyampaikan kiat - kiat dalam penanganan rehabilitasi serta efek apa saja yang terjadi pasca rehabilitasi.Pada penghujung materi juga dibuka sesi tanya jawab, terkait Apakah pemusnahan barang bukti dengan cara di bakar di tong bisa mempengarui kepada orang-orang di sekitar?, menurut narasumber pemusnahan barang bukti sangat berpengaruh, karena cara pemusnahan di dalam tong dengan cara di bakar sangat salah dikarenakan sudah ada alatnya yang bernama inseminator yang aman untuk orang orang disekitarnya.Para Peserta Antusias Mengikuti Kegiatan Talkshow Dalam Tanya Jawab dan Memahami Upaya Cegah Khususnya di Lingkungan Pendidikan.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkobaHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!  


Selasa, 5 Maret 2019

Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi BNN Kab. Pasuruan

Pasuruankab.bnn.go.id, Pasuruan –Selasa 5 Maret 2019 BNNK Pasuruan melaksanakan sosialisasi program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi  yang bertempat di Rumah Makan Kebon Pring, Sosialisasi ini merupakan giat seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan yang bersumber dari dana DIPA 2019.Sosialisasi ini di ikuti oleh oleh 25 peserta yang terdiri Dari PKM Lumbang, PKm Grati, SMPN 1 Rejoso, RSUD Grati, PKM Wonorejo, PKM Winongan, MtsN 4 Pasuruan, PKM Tosari, SMPN 1 Winongan, SMPN 1 Lumbang, Dispendik, BKPPD, SMKN 1 Winongan, SMAN 1 Lumbang.Dalam acara tersebut hadir beberapa narasumber antara lain :1. AKBP. Erlang Dwi Permata, S. E (Kepala BNNK Pasuruan) 2. Gatot Sugianto, S. Kep., NS (Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Pasuruan) 3. dr. Poerwanto Setijawargo, M. Kes (Praktisi Lembaga Rehab) 4. dr. Cahya Firly Nanda (Praktisi Lembaga Rehab KM) 5. Peni Ratna Anugrahwati (Praktisi Lembaga Pasca Rehab)Hasil dari Kegiatan tersebut adalah meningkatkan kemampuan dan pengetahuan peserta tentang program rehabilitasi dan Pasca rehabilitasi yang terdapat di dalam kegiatan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan.#BNNKPasuruan #MilenialSehatLawanNarkobaHIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DIMULAI DARI SAYA !!!  


Terkini


Rabu, 10 Oktober 2018

Press Release Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika Golongan 1

BNNK Pasuruan mengadakan Press Release Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika golongan 1 (satu) Jenis Methampethamine atau yang biasa disebut sabu sebanyak 100,002 gram brutoBerhasil diamankan tersangka berinisial IRL ( 49 Tahun ) KTK ( 39 Tahun )Jumlah barang bukti - 1(satu) paket sabu seberat 100,002 gram bruto - 1(satu) Unit mobil nissan march - 1 (satu) buah HP merk Wiko - 1 (satu)buah HP merk Samsung galaxy prime pro - 1(satu) buah HP Nokia - Identitas tersangkaAdapun kronologis kejadian pengungkapan penyelundupan narkotika tersebut kepada pers, dimana pada hari Sabtu, tanggal 15 september 2018 pukul 20.30 wib. .Petugas BNNK Pasuruan bekerjasama dengan BNNP Jatim berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika, dengan TKP di pertigaan jalan raya gempol, Kab pasuruan, berhasil diamankan kedua tersangka yang berinisial IRL yg berdomisi di beji, pasuruan, dan KTK yang berdomisili di riau.Diamankan barang bukti berupa narkotika gol 1 jenis sabu seberat 100,002 gram bruto, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dari kedua tersangka ditemukan informasi bahwa peredaran gelap ini sudah dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama pada awal bulan juli 2018 dan yg kedua di gagalkan oleh petugas BNNK Pasuruan bekerjasama dengan BNNP Jatim.Adapun pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 ayat (2) subs. Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Dengan pengungkapan ini BNN telah berhasil menyelamatkan 500 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.#BnnkPasuruan #LawanNarkoba #KamuDiaSayaLawanNarkoba


Rabu, 10 Oktober 2018

Press Release Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika Golongan 1

BNNK Pasuruan mengadakan Press Release Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika golongan 1 (satu) Jenis Methampethamine atau yang biasa disebut sabu sebanyak 100,002 gram brutoBerhasil diamankan tersangka berinisial IRL ( 49 Tahun ) KTK ( 39 Tahun )Jumlah barang bukti - 1(satu) paket sabu seberat 100,002 gram bruto - 1(satu) Unit mobil nissan march - 1 (satu) buah HP merk Wiko - 1 (satu)buah HP merk Samsung galaxy prime pro - 1(satu) buah HP Nokia - Identitas tersangkaAdapun kronologis kejadian pengungkapan penyelundupan narkotika tersebut kepada pers, dimana pada hari Sabtu, tanggal 15 september 2018 pukul 20.30 wib. .Petugas BNNK Pasuruan bekerjasama dengan BNNP Jatim berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika, dengan TKP di pertigaan jalan raya gempol, Kab pasuruan, berhasil diamankan kedua tersangka yang berinisial IRL yg berdomisi di beji, pasuruan, dan KTK yang berdomisili di riau.Diamankan barang bukti berupa narkotika gol 1 jenis sabu seberat 100,002 gram bruto, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dari kedua tersangka ditemukan informasi bahwa peredaran gelap ini sudah dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama pada awal bulan juli 2018 dan yg kedua di gagalkan oleh petugas BNNK Pasuruan bekerjasama dengan BNNP Jatim.Adapun pasal yang disangkakan adalah Pasal 114 ayat (2) subs. Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Dengan pengungkapan ini BNN telah berhasil menyelamatkan 500 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.#BnnkPasuruan #LawanNarkoba #KamuDiaSayaLawanNarkoba


Sabtu, 17 Agustus 2019

Penggolongan Narkoba

Narkoba adalah Narkotika, Psikotropika dan Bahan AdiktifNarkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang bisa menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (UU No. 35/2009 tentang Narkotika).Narkotika sendiri dibedakan menjadi 3 golongan yaitu :

  • Golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
  • Golongan II adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terkahir dan dapat digunakan dalam terapi untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
  • Golongan III adalah narkotika yang bekhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan
Psikotropika merupakan suatu zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintetis yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas normal dan perilaku (UU No. 35/2009 tentang Narkotika).Psikotropika dibagi kedalam 4 golongan yaitu :
  • Golongan I adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan II adalah psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan
Bahan Adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang berpengaruh psikoaktif di luar Narkotika dan Psikotropika dan dapat menyebabkan kecanduan. Contoh dari bahan adiktif lainnya meliputi :
  • Minuman Alkohol yang mengandung etanol etil alkohol yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat dan dibagi menjadi 3 golongan yaitu :
    • Golongan A dengan kadar etanol 1 - 5 %
    • Golongan B dengan kadar etanol 5 - 20 %
    • Golongan C dengan kadar etanol 20 -45 %
  • Inhalasi (gas yang dihirup) dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa organik yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin yang sering disalahgunakan seperti lem, tiner, bensin, dll.
  • Tembakau
  • dan lain - lain


Kamis, 9 Mei 2019

Wilayah Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan berpusat pemerintahan di Bangil, Pasuruan. berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Laut Jawa di utara, Kabupaten Probolinggo di Timur, Kabupaten Malang di selatan, Kota Batu di barat daya, serta Kabupaten Mojokerto di barat. dikenal sebagai daerah perindustrian, pertanian, dan tujuan wisata. Kompleks pegunungan Tengger dengan Gunung Bromo merupakan atraksi wisata utama di Kabupaten Pasuruan. Wilayah timur Kabupaten Pasuruan termasuk ke dalam wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Wilayah yang terluas di Kabupaten Pasuruan adalah Kecamatan Lumbang.Kabupaten Pasuruan memiliki keanekaragaman penduduk yang sebagian besar adalah suku Jawa dan Suku Madura, selain itu bisa juga ditemui suku-suku lain seperti masyarakat keturunan Tionghoa-Indonesia, Arab dan India. Suku Jawa di Pasuruan terutama adalah dari mereka yang berbahasa Jawa dialek Wetanan. Selain Suku Jawa dan Madura, juga terdapat suku Tengger yang hidup di kawasan Pegunungan Tengger terutama di kecamatan Tosari). Kabupaten Pasuruan terdiri atas 24 kecamatan, yang dibagi lagi atas 341 desa dan 24 kelurahan.Sedangkan untuk jumlah total seluruh lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pasuruan yaitu SD sederajat sebanyak 1019, terdiri dari SD negeri berjumlah 659 dan swasta 360, sementara untuk SMP sederajat berjumlah 318 terdiri dari SMP negeri berjumlah 69 dan swasta 249, dan untuk SMA Sederajat berjumlah 122, terdiri dari SMA negeri 10 dan swasta 112, sementara untuk SMA sederajat berjumlah 58, SMK negeri 14, dan swasta berjumlah 44.Merupakan tantangan yang besar bagi BNN Kabupaten Pasuruan dalam hal P4GN (Pencegahan, pemberantasan penanggulangan dan peredaran gelap narkoba), meliput luas daerah dan jumlah desa serta lembaga pendidikan yang menjadi fokus dalam upaya pencegahan sedari dini, menanggapi tantangan besar tersebut.BNN Kabupaten Pasuruan mengharapkan keterlibatan aktif segala komponen masyarakat dalam partisipasi P4GN, salah satu bentuknya adalah dengan melapor jika terjadi kecurigaan adanya peredaran gelap narkoba serta pecandu narkoba atau korban penyalahguna yang melaporkan diri untuk dilakukan rehabilitasi akan dikesampingkan unsur pidana dengan beberapa catatan, keikutsertaan komponen masyarakat sangat diperlukan, jangan pernah takut untuk melaporkan, karena dengan tindakan nyata kita, dapat menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Untuk melapor bisa langsung menghubungi call center kami 0822-3333-66-26 atau bisa email kami di bnnkab_pasuruan@bnn.go.id 


Kamis, 9 Mei 2019

Sejarah dan Peran Badan Narkotika Nasional dalam Penanggulangan Narkoba

Penanggulangan bahaya Narkotika dan kelembagaannya di Indonesia dimulai tahun 1971 dengan dikeluarkanya Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 6 Tahun 1971  kepada Kepala Badan Koordinasi Intelligen Nasional (BAKIN) untuk menanggulangi 6 (enam) permasalahan nasional yang menonjol, yaitu pemberantasan uang palsu, penanggulangan penyalahgunaan narkoba, penanggulangan penyelundupan, penanggulangan kenakalan remaja, penanggulangan subversi, pengawasan orang asing.Berdasarkan Inpres tersebut Kepala BAKIN membentuk Bakolak Inpres Tahun 1971 yang salah satu tugas dan fungsinya adalah menanggulangi bahaya narkoba. Menghadapi permasalahan  narkoba yang berkecenderungan terus miningkat, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengesahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Berdasarkan kedua Undang-undang tersebut, Pemerintah (Presiden Abdurahman Wahid) membentuk Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN), dengan Keputusan Presiden Nomor 116 Tahun 1999. BKNN adalah suatu Badan Koordinasi penanggulangan narkoba yang beranggotakan 25 Instansi Pemerintah terkait.Mulai tahun 2003 BNN baru mendapatkan alokasi anggaran dari APBN. pemegang otoritas dalam hal ini segera menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2007 tentang Badan Narkotika Nasional, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK), yang memiliki kewenangan operasional melalui kewenangan Anggota BNN terkait dalam satuan tugas.Merespon perkembangan permasalahan narkoba yang terus meningkat dan makin serius, maka Ketetapan MPR-RI Nomor VI/MPR/2002 melalui Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Tahun 2002 telah merekomendasikan kepada DPR-RI dan Presiden RI untuk melakukan perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Oleh karena itu, Pemerintah dan DPR-RI mengesahkan dan mengundangkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagai perubahan atas UU Nomor 22 Tahun 1997. Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tersebut, BNN diberikan kewenangan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.Berdasarkan undang-undang tersebut, status kelembagaan BNN menjadi Lembaga Pemerintah Non-Kementrian (LPNK) dengan struktur vertikal ke Provinsi dan kabupaten/kota. Di Provinsi dibentuk BNN Provinsi, dan di Kabupaten/Kota dibentuk BNN Kabupaten/Kota. BNN dipimpin oleh seorang Kepala BNN yang diangkat dan diberhentikan oleh  Presiden. BNN  berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kepala BNN dibantu oleh seorang Sekretaris Utama,  Inspektur Utama, dan 5 (lima) Deputi yaitu Deputi Pencegahan, Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Rehabilitasi, Deputi Pemberantasan, dan Deputi  Hukum dan Kerja Sama.Saat ini, Menurut Peraturan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan tata kerja BN Provinsi dan BNN KabupatenKota BNN telah memiliki perwakilan daerah di 34 Provinsi. Sedangkan di tingkat kabupaten dan kota, BNN telah memiliki 174 BNNK/Kota.BNN hadir dalam rangka membebaskan permasalahan peenyalahgunaan Narkotika di Indonesia, dalam kurun waktu 10 tahun ini peningkatan penyalahgunaan narkotika di Indonesia sudah dalam level memprihatinkan, kehadiran organisasi vertikal dan perwakilan BNN di provinsi dan daerah diharapkan akan memaksimalkan kerja BNN dalam rangka P4GN yaitu pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika.Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu daerah pusat di Indonesia yang terbilang cukup maju tidak terhindar dari peredaran gelap nakotika, Berdasar data BNN Provinsi Jatim,  jumlah pengguna narkoba di provinsi ini lebih dari 2,2 juta jiwa. Bahkan dari catatan yang ada jumlah pengguna aktif kurang lebih antara 800-900 ribu orang. berdasarkan data UI dan BNN di Jatim ada 800-900 ribu pengguna aktif yang terdeteksi.Peredaran narkoba di Jatim adalah yang terbesar ke dua dengan prefelensi mencapai 2,2 juta dari jumlah penduduk yang mencapai 40 juta jiwa. Peredarannya tidak hanya menyasar orang dewasa melainkan juga pada anak-anak. Dari sisi kewilayahan, narkoba juga tak hanya merambah perkotaan melainkan juga sampai ke pedesaan. "Ada sekitar 150an jenis narkoba yang beredar di Jatim. Selain itu, ada juga 50an jenis narkoba baru yang belum masuk ketentuan.Pasuruan yang dipetakan oleh BNN Provinsi Jawa Timur masuk sebagai zona merah peredaran gelap narkotika mendapat ranking urutan nomor 5 se Provinsi Jawa Timur, cukup memprihatinkan, dinilai sebagai daerah yang rawan membuat pengusulan pembentukan BNN di Kabupaten Pasuruan sebagai BNNK ke 16 di Provinsi Jawa Timur direalisasikan.BNN Kabupaten Pasuruan merupakan organisasi vertikal dari pusat yang membawahi langsung BNN Pusat, dibentuk melalui surat edaran Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformai Birokrasi Republik Indonesia nomor B/42/M.KT.01/2017 perihal pembentukan 1 (satu) Badan Narkotika Nasional Provinsi dan 7 (tujuh) Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Tertanggal 30 Januari 2017, dan diresmikan langsung pada tanggal 26 Juli Tahun 2017 oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur Brigjen Fatkhur Rakhman beserta Bupati Pasuruan Irsyad, disediakan lahan oleh Pemda Kabupaten Pasuruan di Bangil, namun untuk sementara kegiatan operasional dipinjamkan gedung eks dinas perindustrian kabupaten Pasuruan di Jalan Veteran no. 5 Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan.BNN Kabupaten Pasuruan dalam fungsi operasionalnya dipimpin oleh seorang Kepala BNN, dan dibantu oleh Kasubag Umum, serta tiga seksi yang membidangi masing – masing sebagai perwakilan dari deputi bidang di BNN Pusat, diantaranya adalah seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dibawah deputi bidang pencegahan dan deputi bidang pemberdayaan masyarakat, seksi rehabilitasi dibawah deputi bidang rehabilitasi, dan seksi pemberantasan dibawah deputi bidang pemberantasan sementara deputi bidang hukum dan kerjasama belum memiliki perwakilan resmi di tingkat BNNK. 


Selasa, 7 Mei 2019

Pengertian Narkoba

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata narkoba melintas? Sebagian besar dari kita memahami narkoba adalah bahan yang datang dengan sejuta manfaat negatif, ada juga beberapa orang yang memahami narkoba sebagai ganja atau sabu, spesifikasi mengenai suatu zat yang sebenarnya lebih luas jenisnya daripada hanya sekedar ganja atau sabu, dan beberapa orang di Indonesia bahkan belum tahu atau mengetahui dengan tepat,  tetapi salah persepsi mengenai narkoba, yang seharusnya dapat diluruskan, tidak hanya tugas dari pemerintah, namun seluruh komponen masyarakat wajib mengetahui apa itu narkoba serta dampaknya, sehingga kita dapat terbebas dari penyalahgunaan narkoba.Membahas dari berbagai presepsi masyarakat luas mengenai narkoba, mari kita merujuk pengertian narkoba menurut sejumlah sumber, yang pertama narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif. Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narkoba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah NAPZA yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah NAPZA biasanya lebih banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama.Secara etimologi narkoba berasal dari bahasa inggiris yaitu narcotics yang berarti obat bius, yang artinya sama dengan narcosis dalam bahasa Yunani yang berarti menidurkan atau membiuskan. Sedangkan dalam kamus inggris indonesia, narkoba berarti bahan-bahan pembius, obat bius atau penenang.Merujuk pada Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, pengertian narkoba menurut Pasal 1 angka 1 adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, atau ketagihan yang sangat berat.Secara terminologis narkoba adalah obat yang dapat menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit , menimbulkan rasa ngantuk atau merangsang. Wiliam Benton sebagaimana dikutip oleh Mardani menjelaskan dalam bukunya narokoba adalah istilah umum untuk semua jenis zat yang melemahkan atau membius atau mengurangi rasa sakit.Pendapat lain dikemukakan oleh Djoko Prakoso, menurut beliau dalam bukunya “Kejahatan – kejahatan yang merugikan dan membahayakan negara” beliau menyoroti mengenai psikotropika yang mana obat atau zat yang berbahaya, yaitu zat kimia yang dapat merubah reaksi tingkah seseorang terhadap lingkungannya. Tindak pidana penyalahgunaan psikotropika adalah penggunaan psikotropika yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.Sementara Smith Kline dan French Clinical memberi defenisi narkotika sebagai zat-zat yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan dikarenakan zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi susunan pusat saraf. Dalam defenisi narkotika ini sudah termasuk jenis candu seperti morphine, cocaine, dan heroin atau zat-zat yang dibuat dari candu seperti (meripidin dan methodan). Pendapat dari Soedjono dalam patologi sosial merumuskan defenisi narkotika sebagai bahan-bahan yang terutama mempunyai efek kerja pembiusan atau dapat menurunkan kesadaran.Sedangkan Korp Reserce Narkoba mengatakan bahwa narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan, susunan pengamatan atau penglihatan karena zat tersebut mempengaruhi susunan saraf.Dapat disimpulkan bahwa narkoba yang merupakan akronim dari Narkoba, Psikotropika, dan bahan adiktif lainya adalah zat atau suatu bahan baik sintetis maupun alami yang mana mempunyai khasiat yang dapat menurunkan kesadaran, bersifat membius dan menyebabkan rasa candu yang kuat, dan juga mempunyai fungsi sebagai obat – obatan dengan kadar dan dosis tertentu, serta penggunaan dan pengendalian diatur melalui peraturan dan diawasi oleh Pemerintah.

  1.  Hasan Sadly, Kamus Inggiris Indonesia (Jakarta: Gramedia, 2000), h. 390.
  2.  Anton M. Mulyono, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: balai Pustaka, 1988), h.
  3. William Banton, Ensiklopedia Bronitica, USA 1970, volume 16, h. 23. Lihat juga: Mardani, Penyalahgunaan narkoba: dalam Perspektif Hukum Islam dan Pidan nasiona (Jakarta: Rajawali press, 2008), h. 78.
  4.  Djoko Prakoso, Kejahatan-kejahatan yang Merugikan dan Membahayakan Negara. (Jakarta : Bina Aksara), 1987, hlm 49
  5. Smith kline dan French Clinical , A Manual For Law Enforcemen Officer drugs Abuse (Pensilvania: Philladelphia, 1969), h. 91.
  6. Soedjono, ptologi Sosial, (Bandung: Alumni Bandung 1997), h. 78
  7. Korp Reserce Polri Direktorat Reserce Narkoba dalam makalah 2000. Peranan Generasi Muda dalam Pemberantasan narkoba (Jakarta: 2000), h. 2.


Selasa, 7 Mei 2019

Pengertian Narkoba

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata narkoba melintas? Sebagian besar dari kita memahami narkoba adalah bahan yang datang dengan sejuta manfaat negatif, ada juga beberapa orang yang memahami narkoba sebagai ganja atau sabu, spesifikasi mengenai suatu zat yang sebenarnya lebih luas jenisnya daripada hanya sekedar ganja atau sabu, dan beberapa orang di Indonesia bahkan belum tahu atau mengetahui dengan tepat,  tetapi salah persepsi mengenai narkoba, yang seharusnya dapat diluruskan, tidak hanya tugas dari pemerintah, namun seluruh komponen masyarakat wajib mengetahui apa itu narkoba serta dampaknya, sehingga kita dapat terbebas dari penyalahgunaan narkoba.Membahas dari berbagai presepsi masyarakat luas mengenai narkoba, mari kita merujuk pengertian narkoba menurut sejumlah sumber, yang pertama narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif. Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narkoba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah NAPZA yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah NAPZA biasanya lebih banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama.Secara etimologi narkoba berasal dari bahasa inggiris yaitu narcotics yang berarti obat bius, yang artinya sama dengan narcosis dalam bahasa Yunani yang berarti menidurkan atau membiuskan. Sedangkan dalam kamus inggris indonesia, narkoba berarti bahan-bahan pembius, obat bius atau penenang.Merujuk pada Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, pengertian narkoba menurut Pasal 1 angka 1 adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, atau ketagihan yang sangat berat.Secara terminologis narkoba adalah obat yang dapat menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit , menimbulkan rasa ngantuk atau merangsang. Wiliam Benton sebagaimana dikutip oleh Mardani menjelaskan dalam bukunya narokoba adalah istilah umum untuk semua jenis zat yang melemahkan atau membius atau mengurangi rasa sakit.Pendapat lain dikemukakan oleh Djoko Prakoso, menurut beliau dalam bukunya “Kejahatan – kejahatan yang merugikan dan membahayakan negara” beliau menyoroti mengenai psikotropika yang mana obat atau zat yang berbahaya, yaitu zat kimia yang dapat merubah reaksi tingkah seseorang terhadap lingkungannya. Tindak pidana penyalahgunaan psikotropika adalah penggunaan psikotropika yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.Sementara Smith Kline dan French Clinical memberi defenisi narkotika sebagai zat-zat yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan dikarenakan zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi susunan pusat saraf. Dalam defenisi narkotika ini sudah termasuk jenis candu seperti morphine, cocaine, dan heroin atau zat-zat yang dibuat dari candu seperti (meripidin dan methodan). Pendapat dari Soedjono dalam patologi sosial merumuskan defenisi narkotika sebagai bahan-bahan yang terutama mempunyai efek kerja pembiusan atau dapat menurunkan kesadaran.Sedangkan Korp Reserce Narkoba mengatakan bahwa narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan, susunan pengamatan atau penglihatan karena zat tersebut mempengaruhi susunan saraf.Dapat disimpulkan bahwa narkoba yang merupakan akronim dari Narkoba, Psikotropika, dan bahan adiktif lainya adalah zat atau suatu bahan baik sintetis maupun alami yang mana mempunyai khasiat yang dapat menurunkan kesadaran, bersifat membius dan menyebabkan rasa candu yang kuat, dan juga mempunyai fungsi sebagai obat – obatan dengan kadar dan dosis tertentu, serta penggunaan dan pengendalian diatur melalui peraturan dan diawasi oleh Pemerintah.

  1.  Hasan Sadly, Kamus Inggiris Indonesia (Jakarta: Gramedia, 2000), h. 390.
  2.  Anton M. Mulyono, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: balai Pustaka, 1988), h.
  3. William Banton, Ensiklopedia Bronitica, USA 1970, volume 16, h. 23. Lihat juga: Mardani, Penyalahgunaan narkoba: dalam Perspektif Hukum Islam dan Pidan nasiona (Jakarta: Rajawali press, 2008), h. 78.
  4.  Djoko Prakoso, Kejahatan-kejahatan yang Merugikan dan Membahayakan Negara. (Jakarta : Bina Aksara), 1987, hlm 49
  5. Smith kline dan French Clinical , A Manual For Law Enforcemen Officer drugs Abuse (Pensilvania: Philladelphia, 1969), h. 91.
  6. Soedjono, ptologi Sosial, (Bandung: Alumni Bandung 1997), h. 78
  7. Korp Reserce Polri Direktorat Reserce Narkoba dalam makalah 2000. Peranan Generasi Muda dalam Pemberantasan narkoba (Jakarta: 2000), h. 2.


Kamis, 9 Mei 2019

Sejarah dan Peran Badan Narkotika Nasional dalam Penanggulangan Narkoba

Penanggulangan bahaya Narkotika dan kelembagaannya di Indonesia dimulai tahun 1971 dengan dikeluarkanya Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 6 Tahun 1971  kepada Kepala Badan Koordinasi Intelligen Nasional (BAKIN) untuk menanggulangi 6 (enam) permasalahan nasional yang menonjol, yaitu pemberantasan uang palsu, penanggulangan penyalahgunaan narkoba, penanggulangan penyelundupan, penanggulangan kenakalan remaja, penanggulangan subversi, pengawasan orang asing.Berdasarkan Inpres tersebut Kepala BAKIN membentuk Bakolak Inpres Tahun 1971 yang salah satu tugas dan fungsinya adalah menanggulangi bahaya narkoba. Menghadapi permasalahan  narkoba yang berkecenderungan terus miningkat, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengesahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Berdasarkan kedua Undang-undang tersebut, Pemerintah (Presiden Abdurahman Wahid) membentuk Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN), dengan Keputusan Presiden Nomor 116 Tahun 1999. BKNN adalah suatu Badan Koordinasi penanggulangan narkoba yang beranggotakan 25 Instansi Pemerintah terkait.Mulai tahun 2003 BNN baru mendapatkan alokasi anggaran dari APBN. pemegang otoritas dalam hal ini segera menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2007 tentang Badan Narkotika Nasional, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK), yang memiliki kewenangan operasional melalui kewenangan Anggota BNN terkait dalam satuan tugas.Merespon perkembangan permasalahan narkoba yang terus meningkat dan makin serius, maka Ketetapan MPR-RI Nomor VI/MPR/2002 melalui Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Tahun 2002 telah merekomendasikan kepada DPR-RI dan Presiden RI untuk melakukan perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Oleh karena itu, Pemerintah dan DPR-RI mengesahkan dan mengundangkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagai perubahan atas UU Nomor 22 Tahun 1997. Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tersebut, BNN diberikan kewenangan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.Berdasarkan undang-undang tersebut, status kelembagaan BNN menjadi Lembaga Pemerintah Non-Kementrian (LPNK) dengan struktur vertikal ke Provinsi dan kabupaten/kota. Di Provinsi dibentuk BNN Provinsi, dan di Kabupaten/Kota dibentuk BNN Kabupaten/Kota. BNN dipimpin oleh seorang Kepala BNN yang diangkat dan diberhentikan oleh  Presiden. BNN  berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kepala BNN dibantu oleh seorang Sekretaris Utama,  Inspektur Utama, dan 5 (lima) Deputi yaitu Deputi Pencegahan, Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Rehabilitasi, Deputi Pemberantasan, dan Deputi  Hukum dan Kerja Sama.Saat ini, Menurut Peraturan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan tata kerja BN Provinsi dan BNN KabupatenKota BNN telah memiliki perwakilan daerah di 34 Provinsi. Sedangkan di tingkat kabupaten dan kota, BNN telah memiliki 174 BNNK/Kota.BNN hadir dalam rangka membebaskan permasalahan peenyalahgunaan Narkotika di Indonesia, dalam kurun waktu 10 tahun ini peningkatan penyalahgunaan narkotika di Indonesia sudah dalam level memprihatinkan, kehadiran organisasi vertikal dan perwakilan BNN di provinsi dan daerah diharapkan akan memaksimalkan kerja BNN dalam rangka P4GN yaitu pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika.Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu daerah pusat di Indonesia yang terbilang cukup maju tidak terhindar dari peredaran gelap nakotika, Berdasar data BNN Provinsi Jatim,  jumlah pengguna narkoba di provinsi ini lebih dari 2,2 juta jiwa. Bahkan dari catatan yang ada jumlah pengguna aktif kurang lebih antara 800-900 ribu orang. berdasarkan data UI dan BNN di Jatim ada 800-900 ribu pengguna aktif yang terdeteksi.Peredaran narkoba di Jatim adalah yang terbesar ke dua dengan prefelensi mencapai 2,2 juta dari jumlah penduduk yang mencapai 40 juta jiwa. Peredarannya tidak hanya menyasar orang dewasa melainkan juga pada anak-anak. Dari sisi kewilayahan, narkoba juga tak hanya merambah perkotaan melainkan juga sampai ke pedesaan. "Ada sekitar 150an jenis narkoba yang beredar di Jatim. Selain itu, ada juga 50an jenis narkoba baru yang belum masuk ketentuan.Pasuruan yang dipetakan oleh BNN Provinsi Jawa Timur masuk sebagai zona merah peredaran gelap narkotika mendapat ranking urutan nomor 5 se Provinsi Jawa Timur, cukup memprihatinkan, dinilai sebagai daerah yang rawan membuat pengusulan pembentukan BNN di Kabupaten Pasuruan sebagai BNNK ke 16 di Provinsi Jawa Timur direalisasikan.BNN Kabupaten Pasuruan merupakan organisasi vertikal dari pusat yang membawahi langsung BNN Pusat, dibentuk melalui surat edaran Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformai Birokrasi Republik Indonesia nomor B/42/M.KT.01/2017 perihal pembentukan 1 (satu) Badan Narkotika Nasional Provinsi dan 7 (tujuh) Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Tertanggal 30 Januari 2017, dan diresmikan langsung pada tanggal 26 Juli Tahun 2017 oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur Brigjen Fatkhur Rakhman beserta Bupati Pasuruan Irsyad, disediakan lahan oleh Pemda Kabupaten Pasuruan di Bangil, namun untuk sementara kegiatan operasional dipinjamkan gedung eks dinas perindustrian kabupaten Pasuruan di Jalan Veteran no. 5 Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan.BNN Kabupaten Pasuruan dalam fungsi operasionalnya dipimpin oleh seorang Kepala BNN, dan dibantu oleh Kasubag Umum, serta tiga seksi yang membidangi masing – masing sebagai perwakilan dari deputi bidang di BNN Pusat, diantaranya adalah seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dibawah deputi bidang pencegahan dan deputi bidang pemberdayaan masyarakat, seksi rehabilitasi dibawah deputi bidang rehabilitasi, dan seksi pemberantasan dibawah deputi bidang pemberantasan sementara deputi bidang hukum dan kerjasama belum memiliki perwakilan resmi di tingkat BNNK. 


Kamis, 9 Mei 2019

Wilayah Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan berpusat pemerintahan di Bangil, Pasuruan. berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Laut Jawa di utara, Kabupaten Probolinggo di Timur, Kabupaten Malang di selatan, Kota Batu di barat daya, serta Kabupaten Mojokerto di barat. dikenal sebagai daerah perindustrian, pertanian, dan tujuan wisata. Kompleks pegunungan Tengger dengan Gunung Bromo merupakan atraksi wisata utama di Kabupaten Pasuruan. Wilayah timur Kabupaten Pasuruan termasuk ke dalam wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Wilayah yang terluas di Kabupaten Pasuruan adalah Kecamatan Lumbang.Kabupaten Pasuruan memiliki keanekaragaman penduduk yang sebagian besar adalah suku Jawa dan Suku Madura, selain itu bisa juga ditemui suku-suku lain seperti masyarakat keturunan Tionghoa-Indonesia, Arab dan India. Suku Jawa di Pasuruan terutama adalah dari mereka yang berbahasa Jawa dialek Wetanan. Selain Suku Jawa dan Madura, juga terdapat suku Tengger yang hidup di kawasan Pegunungan Tengger terutama di kecamatan Tosari). Kabupaten Pasuruan terdiri atas 24 kecamatan, yang dibagi lagi atas 341 desa dan 24 kelurahan.Sedangkan untuk jumlah total seluruh lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pasuruan yaitu SD sederajat sebanyak 1019, terdiri dari SD negeri berjumlah 659 dan swasta 360, sementara untuk SMP sederajat berjumlah 318 terdiri dari SMP negeri berjumlah 69 dan swasta 249, dan untuk SMA Sederajat berjumlah 122, terdiri dari SMA negeri 10 dan swasta 112, sementara untuk SMA sederajat berjumlah 58, SMK negeri 14, dan swasta berjumlah 44.Merupakan tantangan yang besar bagi BNN Kabupaten Pasuruan dalam hal P4GN (Pencegahan, pemberantasan penanggulangan dan peredaran gelap narkoba), meliput luas daerah dan jumlah desa serta lembaga pendidikan yang menjadi fokus dalam upaya pencegahan sedari dini, menanggapi tantangan besar tersebut.BNN Kabupaten Pasuruan mengharapkan keterlibatan aktif segala komponen masyarakat dalam partisipasi P4GN, salah satu bentuknya adalah dengan melapor jika terjadi kecurigaan adanya peredaran gelap narkoba serta pecandu narkoba atau korban penyalahguna yang melaporkan diri untuk dilakukan rehabilitasi akan dikesampingkan unsur pidana dengan beberapa catatan, keikutsertaan komponen masyarakat sangat diperlukan, jangan pernah takut untuk melaporkan, karena dengan tindakan nyata kita, dapat menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Untuk melapor bisa langsung menghubungi call center kami 0822-3333-66-26 atau bisa email kami di bnnkab_pasuruan@bnn.go.id 


Sabtu, 17 Agustus 2019

Penggolongan Narkoba

Narkoba adalah Narkotika, Psikotropika dan Bahan AdiktifNarkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang bisa menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (UU No. 35/2009 tentang Narkotika).Narkotika sendiri dibedakan menjadi 3 golongan yaitu :

  • Golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
  • Golongan II adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terkahir dan dapat digunakan dalam terapi untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
  • Golongan III adalah narkotika yang bekhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan
Psikotropika merupakan suatu zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintetis yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas normal dan perilaku (UU No. 35/2009 tentang Narkotika).Psikotropika dibagi kedalam 4 golongan yaitu :
  • Golongan I adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan II adalah psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan
  • Golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan
Bahan Adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang berpengaruh psikoaktif di luar Narkotika dan Psikotropika dan dapat menyebabkan kecanduan. Contoh dari bahan adiktif lainnya meliputi :
  • Minuman Alkohol yang mengandung etanol etil alkohol yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat dan dibagi menjadi 3 golongan yaitu :
    • Golongan A dengan kadar etanol 1 - 5 %
    • Golongan B dengan kadar etanol 5 - 20 %
    • Golongan C dengan kadar etanol 20 -45 %
  • Inhalasi (gas yang dihirup) dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa organik yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin yang sering disalahgunakan seperti lem, tiner, bensin, dll.
  • Tembakau
  • dan lain - lain


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA TIMUR

374

Total Kasus Narkoba

479

Total Tersangka Kasus Narkoba

641

Total Pasien Penyalahgunaan

5,380

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

12,701,425

Jumlah Sebaran Informasi